Site Loader
Besar BKN Membandingkan Rekrutmen CPNS secara Seleksi TNI

jpnn. com , JAKARTA – Besar Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengakui tahapan pilihan CPNS yang diterapkan selama itu belum maksimal mendeteksi paham radikalisme.

Para pelamar benar dites wawasan kebangsaan serta ada psikotes, tetapi belum bisa melukiskan bebas radikalisme.

“Ini kelemahan dari sistem CPNS kita karena waktu untuk menjumpai pelamar ini clear dari simpulan radikal, masih kurang, ” membuka Bima dalam webinar menangkal radikalisme pada Aparatur Sipil Negara (ASN), Rabu (2/9).

Baca Juga:

Metode ini sangat berbeda dengan rekrutmen TNI yang benar-benar diuji calon prajuritnya terang dari paham radikal.

Rekrutmen CPNS, hanya menyentil sedikit tentang radikalisme.

Kondisi inilah yang membina banyak PNS yang terpapar radikalisme. Ini bisa dilihat dari opini-opini PNS di media sosial.

Baca Juga:

“Radikalisme di PNS sifatnya halus. Itu tidak menunjukkan terang-terangan sikap radikalnya. Biasanya ketahuan PNS terpapar itu lewat statusnya di medsos. Elok itu di WhatsApp, FB, Instagram, Twitter, ” ucapnya.

Bima mengaku sampai kudu rajin berselancar di medsos untuk memantau pergerakan PNS.

Scott Thomas