Site Loader

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

jpnn. com , JAKARTA – Kepala Pranata Meteorolongi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan di masa mendatang gempa dengan kekuatan  magnitudo 8, 7 masih berpotensi terjadi di  Jawa Timur.

Hal itu disampaikan berdasarkan penelitian yang dikerjakan oleh Pusat Studi Gempa Nasional.

Menurut eks Rektor UGM itu, bencana berkekuatan mulia mungkin saja menyebabkan pengaruh yang besar.  

“Itu berdasarkan peristiwa yang pernah terjadi pada masa lalu, ” perkataan dia  dalam siaran pers YouTube infoBMKG, Jumat (21/5).  

Dwikorita menjelaskan selatan Jatim ialah wilayah subduksi lempeng yang berpotensi terjadi gempa tektonik.

Hal itu, lanjut dia, dibuktikan dari bencana serupa pada Banyuwangi pada 1994, dengan menyebabkan tsunami.  

“Meski belum tentu terjadi, tetapi itu ringkasan terburuk. Jadi, harus dipikirkan apa yang harus dilakukan. Kami harus tetap mengantisipasi, ” tutur dia.  

Kendati demkian, Dwikorita menilai pemerintah dalam Jatim masih kurang mengabulkan mitigasi bencana gempa & tsunami.

Baca Juga:

Oleh karena itu dia menodong pemda harus mewaspadai prospek peristiwa tersebut di sepanjang pesisir Jawa.  

“Kami mohon biar memastikan kosntruksi bangunan di wilayah pesisir selatan Jawa terutama bangunan vital kaya sekolah, kantor, mal, pastikan sesuai standar bangunan tahan gempa. Mohon rumah rendah dan bangunan penting, ” ujar dia.  

Selain itu, Dwikorita menyebutkan pemda juga diminta membuat  jalur evakuasi tsunami. Terutama di beberapa wilayah yang menjadi titik mengibakan belum memilikinya.  

Saat ini dia menilai jalur evakuasi sedang kurang memadai berdasarkan arah medan, jarak, dan perawatannya.

Tempat menegaskan hal itu harus dilakukan meski BMKG  belum mengeluarkan peringatan  dini daya tsunami.

“Harus mandiri. Karena ternyata jalur evakuasi tsunami hampir sebagian besar kabupaten pada Jawa Timur belum mewaspadai, ” tegas Dwikorita. (mcr12/jpnn)  

Simak! Video Pilihan Redaksi:
[embedded content]

Baca Juga:

Scott Thomas