Site Loader
dr Elizabeth: Menjaga Jarak Aman Hendak Menurunkan Risiko Penularan Covid Tenggat 85 persen

Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

jpnn. com , JAKARTA – Pandemi COVID-19 belum berakhir hingga saat ini. Pemerintah terus berupaya agar rantai penularan COVID-19 bisa ditekan, salah satunya dengan merencanakan logistik vaksin COVID-19.

Namun, tanpa dukungan masyarakat, program vaksinasi tentu tidak akan bisa berjalan lancar apalagi menekan penularan COVID-19.

Masyarakat perlu proaktif dengan terus disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M: Memakai masker, Membasuh tangan, dan Menjaga jarak, apalagi sampai nanti vaksin sudah muncul.

Baca Pula:

“Protokol kesehatan 3M ini berdasarkan penelitian dari WHO dan telah ditetapkan sebagai standar bagi seluruh negara. Jadi, kalau kita tidak melakukan apa-apa kemungkinan kita tertular COVID-19 itu 100%, namun jika kita mencuci tangan dengan bubuk selama 20 detik, itu menurunkan risiko penularan hingga 35%. Jika kita menggunakan masker biasa dengan tiga lapis, akan mampu menurunkan risiko penularan hingga 45%, kalau kita menggunakan masker bedah yang warnanya hijau atau biru menurunkan risiko penularan hingga 70%, ” ujar Pakar Imunisasi dr. Elizabeth Jane Soepardi.

“Dan kalau kita menjaga jarak aman, akan menurunkan risiko transmisi hingga 85%. Jadi yang berkerumun itu saya rasa keterlaluan sekadar karena abai kepada dirinya sendiri dan orang di sekitarnya”, tambahan dr Elizabeth dalam acara Perbincangan Produktif, bertema ‘Siapkan Kedatangan Vaksin’ yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis (3/12).

Selain itu, dr. Elizabeth serupa mengingatkan semua masyarakat harus ingat bahwa kapasitas produksi vaksin tak akan cukup untuk semua warga, sudah pasti vaksinasi nantinya bakal bertahap.

Baca Juga:

“Sehingga 3M tadi harus tetap kita jalankan, bahkan sesudah kita divaksinasi jangan merasa terlindungi 100 persen. Sehingga dengan begitu, masker dan hand sanitizer hendak terus kita bawa sebagai kebiasaan kita ke depannya, ” tutur dia.

Terpaut program vaksinasi nanti, tentu negeri akan memberikan aturan mengenai yang akan bertugas memberikan vaksinasi dan siapa yang diberikan vaksin dengan bertahap.

Scott Thomas