Site Loader

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

jpnn. com , JAKARTA – Persen Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetorkan uang pengembalian dari benduan kasus rasuah hasil vonis pengadilan yang berkekuatan tentu.

Uang itu milik mantan Penasihat Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana serta eks Bupati Muara Enim Ahmad Yani.

Plt Juru Kata KPK Ali Fikri mengatakan, Jaksa Eksekusi Andry Prihandono telah melakukan penyetoran ke kas negara uang denda sejumlah Rp 200 juta dari terpidana I Kadek Kertha Laksana.

“Hal itu bersandarkan Putusan PN Tipikor di PN Jakarta Pusat Cetakan: 67/Pid. Sus-TPK/2020/PN Not Pst pada 1 Maret 2021, ” kata Fikri pada keterangan yang diterima, Senin (5/4).

Selain itu, lanjut Fikri, Jaksa Eksekusi KPK Suryo Sularso juga telah melaksanakan penyetoran ke kas negara uang sejumlah Rp 4. 821. 409. 752, 00 dan USD 35 ribu sebagai uang rampasan sebab terpidana Ahmad Yani. Penyetoran uang itu dilakukan di Jumat (26/3).

Fikri menambahkan, jaksa merampas uang Ahmad Membandingkan berdasarkan putusan Mahkamah Luhur RI Nomor: 245 K/Pidsus/2021 pada 26 Januari 2021.

“Total uang yang disetorkan oleh KPK ke kas negara sebagai asset recovery dibanding penanganan perkara Tipikor dimaksud sejumlah Rp 5. 021. 409. 752 dan USD 35 ribu, ” jelas dia.

Diketahui, Terpidana I Kadek Kertha Laksana dinyatakan benar bersalah melakukan tindak kejahatan korupsi secara bersama-sama yaitu menerima suap terkait pembagian gula di PT Perkebunan Nusantara III atau PTPN III.

Dia dihukum pidana tangsi selama empat tahun dan denda sejumlah Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan.

Kadek sendiri sudah dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas I Surabaya untuk menjalani pidana

Sementara Ahmad Yani di tingkat kasasi di Majelis hukum Agung diperberat hukumannya lantaran lima tahun menjadi tujuh tujuh tahun penjara.

Baca Selalu:

Ahmad Yani benar menerima suap dari pengusaha terkait proyek di Dinas PUPR Muara Enim di 2019. (tan/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:
[embedded content]

Scott Thomas