Site Loader
Pelajar STM Bikin Rusuh Saat Demo RUU Ciptaker, Begini Respons KPAI

jpnn. com , JAKARTA – Aksi unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law-Cipta Kerja pada Kamis (8/10) berujung mengacaukan.

Sebanyak 23 aparat kepolisian menjadi korban amukan massa.

Selain itu, sarana publik dan fasilitas kepolisian menjelma imbas pembakaran dan perusakan yang diduga kelompok anarko.

Baca Juga:

Dalam aktivitas itu, 1. 192 orang diamankan polisi. Mirisnya, didominasi kaum anak sekolah seperti STM.

Mereka datang ke Jakarta sebab ditunggangi. Bahkan, tidak mengetahui tentang Omnibus Law Cipta Kerja, muda tersebut tetap datang dan sengaja melakukan kerusuhan.

Bagaiman tidak, mereka dibayar, disiapkan tiket kereta api, dan mendapatkan uang makan dari orang dengan menunggangi mereka.

Baca Juga:

Polda Metro Hebat masih menyelidiki kelompok-kelompok yang berniat datang untuk membuat kerusuhan pada aksi demo menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

“Iya jadi gini, itu ada kelompok-kelompok yang melakukan vandalisme, membakar pospol, bakar fasum. Itu yang sementara masih dilakukan pengkajian oleh tim Polda Metro Jaya, ” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Sabtu (10/10).

Scott Thomas