Site Loader

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

jpnn. com , JAKARTA – Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memperingatkan masyarakat tetap mewaspadai lonjakan kasus  COVID-19 sudah libur Hari Raya, walaupun pemerintah sudah melarang mudik.

“Saat ini sudah terlihat kenaikan kasus COVID-19 kembali sesuai tahun lalu, meski kalender vaksinasi terus berjalan, ” ujar Ketua Tim Mitigasi Dokter IDI, dr Adib Khumaidi, SpOT.

“Kami mengingatkan agar seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, dan lain-lain) serta para-para dokter dan tenaga kesehatan lainnya menyiapkan ketersediaan ventilator, obat-obatan, Alat Pelindung Muncul (APD), tempat tidur, ruangan, untuk mengantisipasi lonjakan kasus paska libur hari umum ini sampai 1 semrawut 2 bulan ke aliran. ”

Baca Juga:

Adib mengatakan, faktor lonjakan ini diperkirakan adanya klaster-klaster yang muncul selama beberapa bulan terakhir.

Seperti klaster perkantoran, klaster keluarga, klaster ibadah bersama, klaster buka puasa bergandengan, serta ditambah adanya momentum-momentum Idul Fitri, arus balik, mudik serta mutasi virus COVID-19 di tengah semakin banyaknya masyarakat yang ceroboh protokol kesehatan meski telah divaksinasi.

“Vaksinasi saja tidak menjamin tubuh kita akan kukuh terhadap virus apalagi pergantian virus. Protokol kesehatan 5M (Memakai Masker, Mencuci Lengah, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, Membatasi Mobilitas) tetap wajib dilakukan, ” tegas dr Adib.

Baca Juga:

Adib yang juga Ketua Institusi Kesehatan Majelis Ulama Nusantara menghimbau agar materi terpaut protokol kesehatan saat Pandemi COVID-19 ini juga senantiasa disosialisasikan melalui khotbah idul Fitri di seluruh Nusantara.

Semasa beberapa pekan terakhir sejak mencuatnya lonjakan kasus COVID-19 di India yang saat ini meluas ke Malaysia serta negara tetangga lainnya, Indonesia mencatatkan kasus harian COVID-19 tertinggi hingga mencapai dekat sepuluh ribu kasus.

Scott Thomas